Sebenere isi postingan ini ga ada hubungane ma judul. E..e.. ga berhubungan langsung sie. aku cuma pengen posting soal fenomena yang terjadi akhir-akhir ini aja. fenomena yang heboh banget, ya.. soal tsunami kemarin, fenomenanya adalah dimana setiap ada bencana pasti diikuti tentang cerita mistis, banyak banget nemuin artikel yang menghubungkan kejadian tsunami kemarin dengan beberapa cerita mistis. Terus bencana gunung Merapi kemarin, ga bisa disangkal kalo banyak banget cerita-cerita mistis yang menyelimuti kejadian-kejadian tersebut.
Terus fenomena selanjutnya adalah sekarang banyak banget orang-orang yang berlomba untuk jadi ketua sepakbola. ga cuma di Indonesia aja, noh disana di FIFA tersiar kabar kalo bakal ada organisasi bola dunia tandingan, weleh-weleh...
Yang menurut saya paling heboh, adalah... ini mungkin hanya terjadi di Indonesia aja, tapi ga tau juga mungkin diluar negeri juga banyak terjadi, tapi aku ga tau.
Fenomenanya adalah makin banyak anak-anak alay bermunculan. entah mengapa sejak tahun pertama virus alay ditemukan yang terjangkit virus ini semakin bertambah jumlahnya. bahkan menjalar sampai kemana-mana. yang lebih menakutkan lagi kelompok-kelompok yang mengatas namakan anti alay, sebenarnya terjangkit virus ini juga tanpa mereka sadari. Ngewri deh pokoke... produk-produk massal pun sekarang seakan-akan ditujukan untuk para alayers sejati, dari mulai program-program musik ditelevisi, alat komunikasi dan lain-lain. Hebatnya lagi kini para alayers, udah ga gagap teknologi (aku mungkin kalah jauh ya....he..he..he) beberapa dari alayers sekarang bahkan bisa bikin grup disitus jejaring sosial, ato menjadi member dibeberapa forum yang banyak terdapat di dunia maya. So, apakah dirimu termasuk 4LaY?
Nah itulah beberapa fenomena yang menurutku sering dibicarakan belakangan ini. Mungkin ada yang bisa nambahin ? Silakan komen aja disini. Thanks....

menurutku, sebuah fenomena tidak akan menjadi sebuah fenomena andai publik figur, dalam bahasa ini sipembawa berita baik dunia maya maupun media tidak melebih-lebihkan suatu berita, bisa dikatakan sebuah undang-undang bagi insan pers sudah agak dilupakan, atu boleh dibilang media juga alay, namun begitulah suatu berita, tidak akan bergema kalau hanya berisi hal-hal datar saja. contoh akhir ini adalah seorang udin yang mendunia. kalau mau diliat seksama, sosok udin banyak kita liat dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kita, namun mungkin belum senasip dengan si-udin. toh kini dia bisa terkenal, walau maaf menurut saya, dia cuma beruntung dan kurang bermutu dilihat dan didengarkan. oke apapapun beritanya, ketika sebuah hal besar yang kemudian menjadi fenomena datang, fenomena sebelumnya seakan tersingkir pelan-pelan, semoga kita menjadi manusia yang lebih menghargai sebuah berita bukan dari fenomenannya, namun dari sudut pandang yang kebenaranya. sementara ini menurut hemat saya
BalasHapusadmin tolong koment
by: noek
wow komentarnya maut mas bro..
BalasHapusmatur suwun sudah sudi mampir di blog yang awut-awutan ini..
bukan bermaksud membenarkan, tapi memang akhir-akhir ini media seakan sudah tidak pure sebagai pembawa berita, media sekarang hanya sebagai alat utuk mengeruk untung sebesar-besarnya, rating yang setinggi-tingginya, bahkan tidak jarang sebagai alat propaganda dari si empunya media tersebut. tapi saya juga percaya masih banyak media-media yang bener-bener pure, tanpa melebih-lebihkan suatu peristiwa fenomena.