Kamis, 19 Mei 2011

Chapter 3-2

Lanjutan dari yang kemaren.....


Pagi hari setelah beribadah, acara selanjutnya adalah senam pagi. Dihalaman villa kita semua ber-SKJ ria. Setelah 40 menit lebih acara yang menyehatkan itu usai. Kita disuruh mandi, setelah itu segera menuju ruang makan untuk sarapan massal. Setelah acara sarapan kita dikumpulkan dihalaman villa. Kemudian kita dipecah menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari 2 cowo dan 2 cewe. Temen satu kelompok ku, seorang cowo bertampang cool, rambut cepak, dan juga bertutur kata yang sopan. Tingginya hampir sama denganku sekitar 160-an senti cuma bedanya kulitku agak gelap daripada kulitnya. “Ari” kata dia setelah aku ajak berkenalan. Kemudian ada seorang cewe. Dia adalah cewe yang aku lihat semalem saat bertemu Andra. Tubuhnya agak besar, rambut panjang terurai tapi sayang agak acak-acakan, bentuk wajahnya agak bulat. “Namaku Ira” kata dia. Dan anggota kelompokku yang terkahir seorang cewe bermuka imut, agak oriental juga. Rambut panjang agak dibikin curly-curly kecil dibagian ujungnya, dan berhighlight warna merah. Tingginya sekitar  160-an senti. “Hana” kata yang sempat aku dengar dari mulutnya yang kecil saat mengenalkan dirinya.

Seandainya

Seandainya, ungkapan yang sering banget digunain sama orang yang ga pedean macam aku ini jika sedang merasa down. Kalo lagi ga sukses, ungkapan ini keluar. Kalo lagi stres, keluar juga. Yah boleh dibilang seandainya mirip dengan mengeluh, hanya saja mungkin terasa agak halus.
Ato kalo pas lagi bengong, ga punya ide, tiba-tiba ungkapan ini juga sering keluar. "Seandainya aku.... bla..bla.."


Berandai-andai emang asyik, tapi kalo terus berandai-andai malah jadi repot.
seandainya:
aku jadi 4Lay, aku bakal masuk tipi....
aku punya kamera slr, aku keliatan keren....
aku punya behel di gigi, aku keliatan gaul....
aku punya blackberry, aku keliatan up to date...
aku upload video di you tube, aku bakal tenar....
aku punya iphone, aku keliatan eksklusif....
aku ikut-ikutan gaya K-POP, aku keliatan gaya...
aku beli sepeda fixie, aku keliatan eksis....

huft,... masih banyak sie seandainya semua pengandaian kalo mo tak tulis. Tapi seandainya saja aku tadi ga mengandai-andai nulis seandainya mungkin postingan seandainya ini ga bakal jadi... 
hmmm... Seandainya saja......

Jumat, 06 Mei 2011

Chapter 3-1


MAKRAB




Aku mungkin adalah makhluk Tuhan paling bahagia saat ini. Gimana enggak? aku udah dapat kenalan ma cewe yang aku incer. Tapi  dirimu semua pasti kecewa ya… kok cewe yang katanya paling top, kok berjerawat, pake kacamata minus lagi! But inget bro, cantik ga cantiknya cewe tergantung selera. Dan satu hal yang paling penting saat mencintai seseorang harus ngikutin kata-kata mutiara dari temen aku sebagai berikut. “Love isn’t just given’ and taken’ love someone or how to lovin’ someone perfectly, but the pure love is how to look imperfect on someone else and make it perfect on our vision”. Kaya gitu deh nek ga salah (jadi kalo salah dimaklumin ya, ato ada yang mau ngebenerin?sok lah mangga..). Namanya juga nyontek (he..he..he). Hari-hari yang aku jalanin saat itu bak alam mimpi. Semua terasa indah. Walo kadang makan pagi cuma pake sayur dan tempe (apa hubungannya coba?). Dan yang pasti dengan adanya hal itu aku jadi rajin banget ngampus. Setelah acara ospek yang ga bermutu, masih ada satu kegiatan yang pasti dilaluin oleh para mahasiswa baru, udah pasti semua pernah denger singkatan yang satu ini. MAKRAB. Yap, kegiatan ini bernama makrab, yang kalo boleh dipanjangin menjadi MAlam keaKRABan. Jadi ini adalah sebuah kegiatan dimana semua mahasiswa baru plus beberapa senior yang ditunjuk sebagai panitia berkumpul disebuah tempat dan disana mereka boleh berakrab-akraban satu dengan yang lain (asyal banget ik..). Dan yang pasti ajang ini sering banget digunain para senior untuk lebih pdkt sama junior yang diincernya. Dan buat para mahasiswa baru ajang ini bisa menjadi perekat hubungan pertemanan. Makrab tahun ini dilaksanain hari Jum’at sore sampai Minggu siang. Tempatnya disebuah villa dikaki gunung sebelah pinggiran kota dimana kampus biru berada.
Sore sebelum berangkat untuk makrab, aku sudah prepare buat semuanya. Karena tempatnya dikaki gunung, pasti udaranya dingin banget. Jacket dan selimut, hal yang ga boleh kelupaan. Karena perginya bareng-bareng, aku ke kampusnya naik angkot. Sampai disana temen-temen udah banyak yang ngumpul. Semua berwajah ceria, kaya mo piknik aja. Padahal ga tau disana mo diapain ma para senior. Kulihat Tutut, masih tetep aja good looking. Hari itu dia pake kaos warna kuning, dengan celana jins, rambutnya tumben ga diiket ekor kuda seperti bisaanya tapi poninya ga ketinggalan trus sepatu kets warna putih menghiasi kaki-kakinya yang panjang. I think, dia mo pake apa aja tetep enak dimata(sorry bro, namanya juga lagi demen…). Buat basa-basi aja aku say hello kedia. Setelah itu aku langsung gabung ma Zayan cs. Selama aku kuliah ini aku deket banget ma Zayan cs. Andra dan Lira sudah dapet banyak temen baru, so aku jadi agak terabaikan. Finally, bus yang mo kita tumpangi dah dateng. Setelah semuanya naik, no more time, we have to go. Perjalanan menuju tempat makrab lumayan jauh juga. Selama perjalanan itu aku ngobrol dengan Sita. Dan aku baru tahu ternyata Sita ga sependiem yang aku kira. Kita sharing banyak hal. Sesekali ku perhatiin Tutut, kebetulan dia duduk 2 baris didepanku. Disampingnya ada seorang senior cowo, dengan penampilan yang agak beda. Dandanan ala harajuku, dengan potongan rambut Mohawk dicat warna emas. Haduh-haduh, kalo aku ngliatnya kok malah syerem tow… Kulihat dia dan Tutut sedang asyik ngobrol. Terbesit dalam dada sedikit rasa jealous, tapi aku bukan siapa-siapa? Anak-anak semua sudah asyik dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang ngobrol dengan temen sebelahnya, dengerin iPod, smsan ato bahkan ada yang tidur. Setelah perjalanan selama satu jam akhirnya kita sampai juga. Tempatnya asyik juga. Villanya megah, dengan model bangunan zaman-zaman pertengahan, halamannya luas banget dihiasi bunga warna-warni dan pohon cemara berdiri kokoh disekeliling villa. Dari salah satu sudut villa, kita dapat melihat kota tempat kampus biru berada, yang malam itu benar-benar apik berpendar oleh lampu kota. Setelah turun dari bus, aku bertemu Gisel dan Agandhi. Mereka berdua masih inget ma aku. Just say hello aja. Dan ga berapa lama Andra muncul dan langsung gabung dengan mereka berdua. Ada seorang cewe lagi tapi aku belum kenal. Dibelakang Andra, kulihat Lira yang sambil jalan asyik ngobrol dengan Joe. Kutinggalkan mereka semua. Aku bergegas masuk kevilla. Sesampainya didalam, bagian ruang tamu sudah penuh sesak. Setelah semua peserta makrab sudah masuk kedalam villa, para senior membagi antara cowo dengan cewe.

Senin, 02 Mei 2011

Ngepas? susah....

Kira-kira apa ya topik yang pas dengan judul postingan kali ini? Em... ngepas... susah...       ......   rrrrrr... emang susah.. huhuhuhu....



Eh kayae ada deh... nek ga pas ya dipas-pas in aja biar ga susah.. hehehehe... 

Minggu, 01 Mei 2011

ごめんなさい

Dikarenakan satu dan lain hal, chapter berikutnya agak mundur jadwal rilisnya. Spoiler buat chapter berikutnya :
Ceritanya makin ga mutu. Chapter ini tambah mbosenin. Melebihi dua chapter sebelumnya.
Dan perlu diberitahukan lagi, nek semua hanya cerita fiksi belaka, kesamaan nama, kejadian hanyalah kebetulan yang emang disengaja. hehehe... sekali Lagi maap kalo belum bisa rilis chapter baru, masih dalam tahap finishing. Pokoknya ga usah penasaran (sapa juga, yang penasaran dengan tulisan ga jelas kaya gitu....)
m(_ _)m ゴメン